Pemakaian Sarung

Sarung menjadi salah satu pakaian kehormatan untuk menunjukkan nilai kesopanan  yang tinggi di masyarakat. Makanya, sarung sering dipakai untuk shalat di masjid. Biasanya laki-laki mengenakan atasan baju koko, sedangkan bawahannya menggunakan sarung. Sedangkan, wanita memakai atasan mukena, sedangkan bawahannya menggunakan sarung.

Jika di Indonesia sarung biasa digunakan untuk beribadah, acara formal maupun nonformal, namun di Yaman dan Mesir justri pemakaiannya berbeda. Di Yaman sarung biasanya dipakai saat suami dan istri melakukan hubungan. Sebaliknya, jika ingin menunaikan salat ke masjid, mereka terbiasa memakai jas atau jubah.

Di Mesir, sarung dianggap tidak pantas dipakai ke masjid maupun untuk keperluan menghadiri acara-acara formal dan penting lainnya. Di Negeri Firaun ini, sarung berfungsi sebagai baju tidur yang hanya dipakai saat di kamar tidur.

Perlu diperhatikan, di Indonesia sarung sendiri tidak hanya dikenakan oleh umat muslim. Tetapi, non-muslim juga mengenakan sarung. Seperti umat Hindu di Bali, bagi mereka sarung dikenakan untuk upacara-upacara adat dan keagamaan. Sementara, masyarakat di NTT, sarung dikenakan untuk kehidupan sehari-hari, bahkan untuk melindungi tubuh dari suhu malam hari yang agak dingin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *